rasa kecewa mulai nampak dari wajah kami berdua. akupun kembali duduk di bangku ku.
jam pelajaran sudah selesai. aku dan teman2 berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing2. seperti biasa, aku, lia, nisa, gita, icha dan nitha duduk bersama di pinggir trotoar depan sekolah. satu persatu mereka di jemput. hanya aku dan nisa yang menunggu. akhirnya Dia pun menghampiri kami berdua. Dia duduk di sebelahku. jantung ini kembali merdegup. nisapun pergi dari tempat itu dengan alasan tak ingin menggangu.
setelah beberapa lama menunggu, kakakku datang. aku segera berlalu dari tempat itu.
keesokan harinya, aku kembali menjalani aktivitas seperti biasanya, pergi sekolah dan belajar sebagaimana semestinya. hari demi hari aku jalani.
saat yang paling tidak aku inginkanpun datang. kebetulan itu adalah hari anniversary 1 bulan aku bersama dengan Dia. pada saat itu, kami bertengkar karna ada kesalahpahaman. aku bertengkar karena seseorang wanita. aku cemburu melihat Dia terlalu akrab dengan wanita itu. hampir saja putus. untungnya aku memberi kepercayaan penuh padanya sampai akhirnya Dia memutuskan untuk menjauhi wanita itu. satu kalimat yang aku ingat yang aku katakan padanya yaitu "kamu masi mau ga brpacaran denganku?" Diapun menjawabnya dengan tegas, Dia tak ingin mengahiri hubungan kami, Dia lebih memilih menjauhi wanita itu daripada harus putus denganku.
setelah kejadian itu, Dia menjadi sedikit lebih menjauh dariku, walaupun di sms dia lebih romantis. tapi aku ingin Dia yang dulu, yang selalu menemaniku disaat aku merasa sendiri.
setiap kali kita smsan, aku merasa selalu bertingkah konyol. sedangkan Dia lebih banyak menertawaiku. karena kekonyolanku sebutan2 baru diciptakan olehnya. sebutan itu antara lain " sedeng (gila), aneh, jelek " dan sebagainya. bukannya aku marah, aku malah bahagia di panggil dengan panggilan seperti itu. sejak SD, aku ga punya panggilan2 gila seprti itu. dan tiba2 Dia memberiku julukan itu. tak akan pernah akulupakan.
satu yang aku ingat dari Dia. Dia adalah anak yang pemalas. walaupun pemalas, tapi Dia ga suka tidur. menurutnya, tidur adalah kegiatan yang membuang2 waktu saja apalagi tidur siang. itu sangat bertolak belakang denganku. saking seringnya tidur, aku dijuluki putri tidur. tanpa tidur siang, aku merasa ada yang kurang pada hari itu. tidur adalah segalanya bagiku. terserah apa kata dia. tapi itu semua tak jadi penghalang bagi kami berdua.
semakin hari, Dia semakin berbeda. mulai dari Dia bersikap padaku, cara smsnya juga beda. tapi, aku ga peduli, bodo amatalah.
suatu malam, aku disms Dia. Dia mengatakan "tessa, saya udah fix bakal pindah ke padang :(" saat dia berkata begitu, tanpa sadar air mataku jatuh. sebenernya aku gak sanggup untuk jauh dari dia, tapi apa boleh buat, itu kemauan orangtuanya. Dia akan pindah sekolah saat Desember atau awal tahun nanti.
Dia bertanya "apa kamu masi mau pacaran dengan saya?" tentu aku menjawab "mau". walaupun jarak jauh, tapi itu tidak bisa menjadi alasan untuk mengahiri hubungan kami. pacaran itu ga harus ketemu, tatap muka atau lainnya. justru, dengan jarak sejauh itu, kita bisa tau seberapa besar rasa sayang, seberapa besar rasa kesetiaan yang kita berikan untuk pasangan kita.
pada malam itu juga, aku kembali bertingkah konyol seperti biasanya. tapi, entah Dia kesambet apa Dia sangat ingin mendengar suaraku. pertama Dia mencoba mengetes dengan miscall. aku bertanya, kenapa hanya miscall? Dia menjawab hanya ngetes aja. tiba2 Dia sms, ngajakin telfonan. daarrr, dengan spontan aku teriak kegirangan dengan keras. Uppss, suaraku terlalu kencang. tentu saja aku menjawab "ayook". kemudian Dia mulai menelfonku. yaa, basa basi pertama. lalu, dia mengatakan "saya sayang sama kamu" lalu akupun menjawab "saya juga sayang sama kamu", Dia langsung ngomong to the point, "besok, kalo saya udah pindah, saya cuma bisa denger suaramu dari jauh :(" mendengar prkataan itu, aku menjadi semakin sedih. "ga papa, ikuti kata orangtuamu".
suaranya yang begitu pelan dan sedikit lemas membuatku bertanya, "kenapa suaramu lemes sekali? udah makan? atau kamu ngantuk ya?" pertanyaan yang bertubi2 itu dia hanya menjawab "ngga kok, udah tadi, mau nungguin kamu sampe kamu tidur". tapi aku tetap saja memaksaanya untuk tidur duluan. Dia tetap ga mau, akhirnya aku memutuskan untuk tidur duluan, baru dia mau tidur. "Gudnite sayang" katanya dari telfon, "Gudnite juga sayang" dengan sedikit malu aku mengatakannya. sebenarnya aku ga tidur. aku lebih memilih untuk belajar IPS karena besok ulangan.
pagipun tiba. aku berangkat sekolah bersama kakak ku. di sepanjang jalan, aku ngelamun terus. sampai akhirnya tiba di sekolah.
TBC
sebelumnya makasi buat annisaa yang udah ngasi saran buat postingan ini :) thnks {}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar