Kamis, 08 Mei 2014

Sahabat

Hay guys! :) kali ini aku bakal ngepost sesuatu lagi. yang pastinya cerita ini ga kalah seru dengan ceritaku yang kemarin. karena udah bosen ngepost tentang cinta-cintaan, kali ini aku bakal cerita tentang beberapa kisah orang-orang terdekat, eh bukan deket lagi mungkin mereka udah aku anggep sodara aku sendiri :) happy reading guys!!!;)


     Di pagi yang cerah, aku terbangun. saatnya untuk sekolah dan aku segera mandi. setelah itu aku bersiap-siap untuk berangkat. sesampainya aku di sekolah, seperti biasa aku menyapa teman-temanku dengan senyum. ada yang bales senyum ada juga yang cuek. agak malu si dikacangin gitu. tapi yaudahlah, lanjut aja jalannya sampe akhirnya nyampe di kelas. cuma mereka(sahabatku) yang ngga gitu. aku kenalin semua sahabatku yang pertama Lia, dia teman sebangkuku, dia adalah orang pertama yang ngajak aku ngomong pada saat aku masi duduk di bangku kelas 7. dia punya sifat yang agak bikin sebel dan agak sensitif. bisa dibilang dia yang paling tau aku deh. mulai dari kebiasaan, kesukaa, sifat, sikap, dan juga perubahan yang pernah aku alami. dia udah kaya mamakuku aja ya, tau semua. yang kedua yaitu Annisa, dia adalah sahabat karib atau apalah yang penting dia deket banget deh sama aku. dia adalah temen satu-satunya selalu cerita tentang K-POP, ya walaupun aku ga ngerti ya tapi dikit-dikitlah. tapi dia asik kok, baik, cuma kalo ngomong suka nyolot*hehe , tapi aku seneng kok walau kadang nyebelin tapi dia pengertian baik, cantik, terus perhatian banget deh. dia udah kaya kakakku sendiri. nah yang terakhir ni, namanya Nuri. dia adalah sahabat terenak buat di ajak curhat. semua curhatan aku selalu dia tanggepin dan kadang di kasi saran. dia orangnya alay, baik, cantik, imut-imut gitu, pinter, dan sebagainya. udah kaya sodara kembar aku loh:D
     emang si disekolah banyak yang gak suka sama sikap aku. gak tau apa tapi merka agak ngejauh gitu. cuma mereka bertiga yang bisa nerima kekurangan bahkan kelebihanku. itu baru namanya sahabat. ga dateng pas seneng doang terus ilang pas susah, tapi selalu ada kapanpun kita butuh. sahabat ga cuma sebagai temen curhat atau hanya sekedar temen, tapi mereka bisa jadi motivasi kita buat berubah ke lebih baik bahkan membuat kita bisa semakin lebih maju dan terus berusaha tanpa putus asa. bahkan mereka sendiri rela terlihat gila didepan kita agar aku bisa melupakan masalah sejenak dan kembali bersemangat untuk menjalani hidup yang lebih cerah. thanks kawan:)

Selasa, 19 November 2013

Lirik lagu Seventeen-ayah

Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang
terbaik
Kau tak pernah lelah
S'bagai penopang dalam
hidupku
Kau berikan aku semua yang
terindah
Reff:
Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat aku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu

Jumat, 15 November 2013

Penghianatan Sahabat

seperti yang kalian tau, sahabat itu adalah seseorang yang mau nerima kita apa adanya, slalu ada buat kita, dan bisa jadi motivasi hidup buat kita. sahabat adalah sesosok org yang bisa kita percaya. dengan memberi kepercayaan penuh, sahabat harusnya bisa menjaganya dengan baik. bukannya memanfaatkan kepercayaan itu sebagai barang hinaan. biasanya kita (cewe) suka banget curhat tentang rahasia2 ke sahabat kita. karena kita percaya sahabat bisa jaga rahasia itu. penghianatanpun terjadi. mengapa sahabat kita sendiri menjadikan kepercayaan itu sebagai bahan hinaan? apa ada sahabat yang seperti itu? kurasa tidak! ketika kita sedang mencari teman untuk di jadikan seorang sahabat, saya sarankan untuk mencari yang benar2 selalu ada buat kita dan bisa menerima kita apa adanya :)

Sabtu, 12 Oktober 2013

Acha Septriasa_Sampai Menutup Mata

Embun di pagi buta
Menebarkan bau asa
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi

Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi

Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan
Aku jatuh cinta

Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dusta sumpah ku cinta
Sampai ku menutup mata
Cintaku sampai ku menutup mata

Oh Tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi

Repeat to reff

Moving On ! ( chapter 6 )

air mataku jatuh tanpa sadar. seakan tak percaya tapi kenyataan menjawab. hari itu hari jum'at. Dia ga ngsms aku sama sekali. aku mencoba sms sahabatku "kamu lagi smsan sama Dia gak?" "Iyaa tadi" katanya. dan kata iyaa itu yang membuat airmataku tak hentinya jatuh. "kok dia bisa sms kamu kok saya nggak ya?" kataku. "coba sms duluan" "udah ga d jwb" "oke tunggu sebentar" katanya.

Dia pun membalas smsku. "iyaa" katanya. dengan kesalnya aku menjawab "kamu mau bales karena di suruh dia kan?" "ngga kok" katanya menjawab. ohh tuhan, baru kali ini aku merasakan sakit yang seperti ini. "oh iyadah" kataku. Dia hanya menjawab "yaa". "Cueknya yaAllah" kataku. "Putusin aja" katanya. "Ngga" "daripada nyakit terus" katanya. "kalo saya ga niat buat putusin orng ya ga akan saya putusin" kataku. "daripada saya yang putusin lagi" "iyaa gapapa". "Yaudah"

akhirnya hubungan kami berakhir sampai di situ. sedikit sedih tapi tanpa ada air mata. aku akhirnya mencoba curhat ke icha. aku ceritakan semuanya. termasuk tentang sahabatku itu.

keesokan harinya. seperti biasa aku prgi ke sekolah. saat aku tiba di kelas, tiba2 Karin temanku langsung menghampiri ku. "Tess, sapa yang kamu suka di kelas ini? pasti Dia yaa?" katanya. "haha, nggaa karin, saya udah putus kok". kataku. "trus siapaa?" "ada apa sih? coba kasi tau dulu dehh, ntar kalo udah dikasi tau baru deh saya kasi tau". "kasi tau dulu apa!" "eeh, ga mau kasi tau dulu!" desakku. "gini, kalo misalnya ada yang suka sama kamu di kelas ini gimana? kamu mau terima ga?" kata Karin. "haa? emang siapa?" "ehh jawab dulu yang tadi! kamu suka sama siapa?" "mmm, namanya itu Ridho" kataku. "ohhh, mmm yg suka sama itu Gugus. dia udah suka sama kamu dari kelas 7 loh" kata karin. aku terdiam saat dia berkata begitu.

setelah kejadian itu, hari sabtu itu aku dan Karin lebih banyak berbicara tentang Gugus. entah kenapa, perasaanku mulai muncul setelah mengetahui semua tentangnya.

saatnya pulang sekolah. seperti biasa, aku dan teman2 duduk di trotoar depan sekolah. saat sedang berbicara, ternyata sahabatku itu meminjam hp Icha. sembari bertanya "kok ada nama saya di sini? tesaaa?" aku langsung kaget, astaga Icha ternyata ga ngapus sms itu. "mmm, maaf, ga maksud buat ngomongin kamu di belakang, saya lagi patah hati, dan kebetulan kamu adalah orang yg paling deket sama dia, maaf" kataku. "ya lebih baik sih kamu tau kaya gini, jadi bukan ngmongin di belakang kan?" kata Nisaa'. "iyaa sih, jadi ga ngomongin di belakang, tapi nyakit juga kalo tau udah di omongin di belakang kek gini" katanyaa. aku sangat menyesal sangaat sangaat menyesal.

setelah sampai di rumah, aku langsung sms Karin. setelah itu, Gugus mulai sms aku. tanpa basa basi, dia langsung mengungkapkan perasaannya. "tess, mau kamu jadi pacar saya?". ohh tuhan, rasa bahagia itu muncul lagi. kesempatan ini tak mungkin aku siasiakan. tapi, tak ingin kejadian kemarin terulang, akupun memintanya untuk berjanji "tapi, kamu harus janji ga boleh cuek2 sama saya, harus sering negur". "iyaa" katanya. dan akhirnya aku menjalin hubungan baru dengannya.

malam tiba. aku masih ga enak dengan sahabatku itu. aku minta maaf semaafmaafnya dengan dia. tapi dia bilang, dia ga berani bilang maaf atau maafin karna kita juga ga tau siapa yang salah. tak lama kemudian akhirnya kami akhirnya akur lagi. terbayar sudah semua usahaku untuk itu.

dengan adanya Gugus dalam hidup baruku ini, aku menjadi lebih jarang mengeluarkan air mata. dia sering sekali membuatku tersenyum dan memberikan senyuman untukku. begitupun dengan sahabatku. kami berdua sudah tak mengiraukan si Dia lagi.

~The End~

thnks buat kalian yang udah mau baca dari chapter 1 s/d 6. semoga di kisah kali ini kita bisa mengambil banyak pelajaran. amin :) jangan lupa sertakan komen kalian tentang postingan ini :) sory kalo ada typo

GOMAWO{}

Senin, 07 Oktober 2013

Moving On ! ( chapter 5 )

tiba2 "Kriiiiingg" hpku berbunyi. segera ku buka hpku lalu kulihat ternyata ada sms masuk. pesan dari RYO: "saa, sy masih belom bisa lupain kamu, masih berharap banyak sama kamu, saya pengen buat kamu bahagia, apa kamu mau balik lagi sama saya?". aku terdiam sejenak memikirkan hal itu. yaa, Ryo adalah salah satu mantan ku. tapi, mengapa tak ada rasa bahagia atau senang saat dia ngajak balikan? aku masih meragukan itu. aku berfikir dua kali untuk keputusanku. dan akhirnya aku memutuskan untuk menolaknya dengan alasan masih sayang dengan Dia. "Maaf yoo, saya ga bisa nerima kamu soalnya saya masih sayang sama dia, saya ga mau jadiin kamu pelampiasan. lebih baik saya ngomong sekarang daripada kamu sakitnya besok2" isi balasanku. tapi, dia tetap saja ngotot untuk menanti sampai aku siap dan aku bisa moving on dari Dia.

dengan sedikit rasa kecewa, aku akhirnya bisa melepaskan rasa sedih dari raut wajahku. kebetulan, aku menjadi anggota OSIS di sekolah. hari senin nanti, akan ada pelantikan. setiap hari kami berlatih. selain kelas 8, ada kelas 7 juga yang lulus seleksi kemarin. setelah kulihat satu persatu, tiba2 aku jatuh hati dengan salah satu di antara mreka. aku jadi makin bersemangat untuk latihan dengan baik. aku tak pernah absen dari latihan.

tapi ternyata, dia sudah punya pacar. aku jadi lemas mendengarnya. semangatku yang dulu ada sekarang sudah pupus. karena kekecewaanku, aku akhirnya membuat status phone yg berisi "Sp: yaah, dia udah punya pacar. gaa jadi dah". status phobe trsebut aku kirim ke Dia dan sahabat2 LANGIT ku. trnyata Dia merespon. Dia menjawab "siapa itu?". aku ga mau kasi tau. sengaja aku rahasiakan. tapi dia tetap saja ingin tau.

karena dia ngotot, jadi aku soksok jutek aja ngbales smsnya. tiba2 Dia membalas smsku dengan "Balikan yuk". aku masih tak percaya dengan ajakannya. aku hanya menjawab iyaa aja. pada saat itu juga, kami sedang mempermasalahkan tentang "SOK". aku di katain sok banget sama Dia. akhirnya aku jelasin panjang dan Dia cuma ngebales "Boong :p". tapi, aku berpikir kalo kata boong itu adalah balasan untuk jawaban iya-ku tadi. karna itu, aku menjadi semakin ragu. Dia mencoba meyakinkanku. tapi, malam itu aku tak begitu banyak membalas smsnya. keesokan harinya, kami saling sms lagi. dengan sedikit nyali aku mulai mengsms dia duluan "kamu boong ni". "boong apa?". "katamu kamu serius". "ya saya seriuslah, kalo kamu mau percaya yaudah, kalo ngga juga yaudah." dengan prkataannya yg seperti itu, aku menjadi sedikit bingung. akupun bertanya "trus, knapa kamu bilang boong kmaren itu?". "kan saya bales smsmu itu, waktu saya bilang kamu soksok itu-_-". aduuuh, ternyta aku salah paham. dan akhirnya kami balikan.

yah, namanya juga balikan. pasti ga seindah waktu pertama pacaran. Dia bersikap lebih cuek dari sebelumnya. tapi semua itu tak menjadi penghalang bagiku. aku tetap saja bahagia saat mnjadi pacarnya lagi. senyum ini slalu ada di saat sms Dia masuk. walaupun aku harus ngsms dia duluan. tak ada rasa kecewa atau sedih stiap dia bersikap cuek padaku.

keesokan harinya, saat sedang di kelas aku melihat Dia sedang becanda dengan sahabatku. rasa kecewa mulai muncul dalam benaku. lebih dekat sperti bukan hanya berteman membuatku menjadi sedikit cemburu. karena melihat itu, teman2ku juga menjadi sedikit kesal dan membicarakan sahabatku itu. "ehh, dia itu udah pernah suka sama Dia dari pertama ketemu, waktu dia jadi anak baru di klas 7 itu". "trus ni yaa,waktu kamu mau jalan sama Dia berdua, tiba2 dia langsung narik tangan kamu buat jalan". kata salah satu temanku. karena emosi, aku jadi percaya percaya aja sama semua kata2 teman2 itu. air mataku jatuh tanpa sadar.
  
TBC

Rabu, 02 Oktober 2013

Moving On ! ( chapter 4 )

sepertinya mereka tak tega melihatku menangis. air mataku tak hentinya mengalir. gelang couple yg diberikan Dia hampir saja aku buang, teman2ku menyuruhku untuk merusak gelang itu, tapi aku tak bisa karna aku hanya ingin menghargai pemberiannya. gelang itu kulepas lalu aku masukkan kedalam tasku.

dengan penuh air mata, aku akhirnya pulang dengan mata yang sedikit basah. setiba di rumah, aku langsung cepat2 mengusap air mata hingga tak kelihatan lagi. aku berjalan menuju kamar sambil memikirkan hal yang tadi di sekolah. "dia lupa sama janjinya" kataku dalam hati dan tak sadar airmataku jatuh lagi. aku cepat2 menghapusnya. ternyata ibuku melihatku. "Echa knapa? kok cemberut kaya abis diputusin cowoknya" kata ibu. aku terkejut, tanpa ku beritahu ibu sudah ngomong begitu. aku terdiam sejenak. "tau aja ma" jawabku. akupun berlalu dari tempat itu.

saat aku sedang makan malam bersama keluarga, aku hanya bengong, diam, tak berbicara satu katapun. malam itu, aku tak makan nasi sebijipun. walaupun sebenernya laper banget tapi karna ga nafsu ya jadi ga bisa masuk. aku ga berlama2 di situ. dengan cepat aku pergi ke kamar. ibu dan bapak memanggilku. "echa, ga usah terlalu mikirin cowoknya, bukan cuma dia aja kok, lagian echakan masih SMP, lebih baik belajar yg rajin dulu, tunjukin prestasi yang bagus" kata bapak. "iya cha, mama juga pernah ngerasain kaya echa, mama kan pernah muda juga, laki2 bukan cuma dia doang !" sambut ibu.

hari2 ku terasa sepi sekali. tak ada sms dari dia yang selalu memenuhi kotak masukku. keesokan harinya aku berbaris untuk upacara penaikan bendera. aku berbaris di barisan tengah yg sedikit ke belakang. teman2nya menanyakan tentang gelang couple yg Dia berikan kepadaku. aku hanya menjawab "ga tau". di belakangku ada nisaa', sebenarnya aku ga mau sekolah hari itu bukan ga mau ngeliat Dia, hanya tak bisa melihat senyumnya yang bisa menggagalkan niatku untuk lupain Dia. karna nisaa' ada di belakang, jadi dia juga bisa mendengarkan perkataan Dia dan teman2nya yg sedang membicarakan sesuatu. aku tak bisa mendengar mereka. nisaa yg mendengarnya akhirnya menceritakan semuanya. kata2 yang cukup sederhana tapi menusuk ke hati. tapi sudahlah, aku tak terlalu menanggapinya.

bertemu di kelas setiap hari, menatap wajahnya, itu semua yang membuatku susah untuk melupakan Dia. sejak kejadian itu, Dia tak pernah menghubungiku lagi. aku merasakan kesepian. dengan sedikit nekat, aku akhirnya memberanikan diri untuk sms Dia duluan. "bismillah, ayo tessa kamu bisa" aku berdoa dalam hati. akhirnya dia menjawab smsku. aku memberanikan diri untuk jujur "smenjak kita putus, ga ada lagi yg peduli sama saya, hape kosong" kataku. Dengab singkat Dia menjawab "Sama". yatuhaan, walaupun hanya satu kata saja, hati ini legaaa rasanya. akhirnya Dia tau gimana perasaanku sebenarnya. semenjak itu, kami sering saling kontak lagi.

masih ingat dengan wanita yang pernah kami permasalahkan di chapter yg kedua? ya, ternyata Dia mencoba menyatakan perasaannya kepada wanita tersebut. tapi, wanita itu menolaknya dengan alasan sudah punya pacar. wanita itu menceritakan semua kejadian itu padaku. "Cha, lima hari yang lalu, Dia nembak saya, trus saya bilang besok dah saya jawab" katanya. "trus,trus gimana? kamu terima ga?" kataku. "naah, setelah Dia nembak saya tu, saya nerima orang lain, jadi ada alasan saya nolak Dia". "ahh kamu, kok di tolak, terima aja. bodo banget sih" kataku. "haha, ngga cha, saya tau kok kamu masih sayang sama dia" katanya. "ngga kok udah ngga udah moving on". "ngga usah sok ja'im cha, saya tau kok". katanya sambil sedikit tertawa padaku. memang sedikit sakit waktu dia cerita begitu.

sepulangku sekolah, aku berlari menuju kamar. di kamar aku menangis sejadi-jadinya. ku tutup pintu kamar agar tak satu orangpun yang tau aku sedang menangis. "ternyata Dia memang ga sayang lagi sama saya, Dia udah lupain saya" kataku dalam hati. tiba2 "Kriiiiingg" hpku berbunyi.

TBC