cerita ini berawal dari sebuah pengalaman yang pernah aku alami saat duduk di bangku kelas 7 SMP. waktu itu Dia adalah murid baru yg pindah dari sekolah lain. saat prtama melihat Dia, seperti hal yg sewajarnya, kami pun berjabat tangan dengan santai. hal yang sangat biasa. tapi, kenapa ya, saat itu juga aku berfirasat bahwa suatu saat nanti, aku dan Dia akan menjalin hubungan. entah mengapa, tak butuh waktu lama, aku mempunyai rasa yang sangat besar untuknya. rasa itu tak lain yaitu SUKA. entah mengapa aku merasa sedikit aada keganjalan, ya tapi sudahlah. walaupun suka tapi aku tetap saja menerima orang lain untuk menjadi pacarku saat itu. hari demi hari ku jalani. sampai akhirnya aku mendengar kabar bahwa trnyata Dia juga menyimpan rasa yg cukup besar juga buat aku. duh makin pusing aja ni. tapi mengapa ahir2nya pacarku saat itu mulai menampakan sikap2 yang tak baik yg menerutku itu tak wajar. rasa sayang itupun mulai menipis sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. denga beredarnya kabar bahwa aku sedang jomblo, Diapun mulai memberanikan diri untuk mulai mndekatkan diri denganku. kenaikan kelaspun tiba. tak butuh waktu lama, kamipun sudah sangat dekat. rasa SUKA yang dulu pernah muncul kini mulai aku rasakan lagi hingga akhirnya menjadi sangat besar. aku mulai sadar, rasa itu bukan hanya sekedar rasa suka yang biasa. setiap hari setiap saat, yang smsnya paling banyak di hp ini cuma Dia. hingga akhirnya Dia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya. aku ingat, waktu itu adalah hari libur lebaran pada tanggal 2 Agustus sekitar jam 9 malam. tak seromantis pacarku yang sebelumnya. Dia lebih sedikit cuek dan misterius. dengan polosnya ia mngatakan "pacaran yuk". aku sangat2 ingat akan perkataan itu. firasatku benar, sejak pertama bertemu aku merasa bila suatu saat nanti akan menjalin hubungan dengannya. dan tak mungkin juga aku menolaknya, sudah lumayan lama aku menantika momen seperti ini. akhirnya kamipun berpacaran. entah kenapa, saat menjalin hubungan dengannya, aku merasakan bahwa Dia benar2 beda dari laki2 lainnya. walaupun sedikit cuek, tapi sifat itu tak sedikitpun mengurangi niatku untuk terus bersamanya. Dia selalu membuatku bahagia, membuatku nyaman dan ingin terus bersamanya. hingga waktu untuk kembali sekolahpun tiba. satu persatu teman2 sekelas tau tentang hubungan kami. tapi, saat itu hari pertama sekolah, Dia tidak masuk. hari pertama yang membosankan. tak ada Dia, tak ada apa2 di kelas itu. keesokan harinya yaitu hari Selasa, akhirnya Dia mulai menampakan diri. tanpa ada rasa gugup, Dia mencoba menegurku. begitupun juga denganku. di kelas, kami tak kelihatan seperti orang yang sedang berpacaran. biasanya, aku adalah orang terakhir yang dijemput. sepertinya Dia tak tega melihatku duduk sendiri di pinggiran trotoar depan sekolah. Dia memutuskan untuk besok menemaniku sampai aku pulang. keesokan harinya, ternyata benar, Dia menepati semua perkataannya. Dia duduk di sebelahku. dengan begitu, Dia membuatku sedikit lebih gugup saat bersama di dekatnya. entah kenapa, aku merasa tak sanggup untuk berbicara. mulutku seketika bungkam tak tau harus brkata apa. yaa, Dia memberanikan diri untuk berbasa basi denganku. akupun menjawab semua pertanyaannya. rasanya tak ingin berlalu. hingga akhirnya aku dijemput oleh kakakku. sepanjang jalan aku mengingat kejadian tadi. oh iya, aku lupa. saat di kelas tadi, Dia memberikan sebuah gelang couple berwarna putih, sedangkan Dia memakai yang berwarna hitam. itu adalah rasa bahagia yang sangat spesial. hingga akhirnya akupun sampai di rumah. seperti biasanya, kami tetap saling kontak. tak pernah terputus. tak sabar menunggu hari esok untuk bertemu dengannya. ingin rasanya kupercepat waktu ini agar cepat pagi. siang, sore, hingga malam kami tak pernah melepaskan handphone. tak ingin berhenti, tapi ujung2nya juga bingung mau ngomong apa lagi. hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidur. Dia mengucapkan selamat malam, akupun begitu. tak akan kulupakan saat2 itu. pagipun tiba. setiap pagi aku melakukan kegiatan sebagaimana biasanya. membereskan kamar, mandi, berpakaian rapi, sarapan lalu berangkat ke sekolah. di sepanjang jalan, tanpa sadar ternyata aku tersenyum2 tak jelas. banyak orang heran melihatku. duh, bikin malu aja ni. dengan spontan aku membenamkan mukaku di punggung kakakku. setiba aku di sekolah, rasa degdegan pun muncul lagi. leher ini terasa kaku saat aku ingin melihatnya. ingin rasanya berlama2 menatap wajahnya tapi ternyata aku ga bisa. saat istirahat tiba. satu persatu orang2 di kelas itu keluar. pada saat itu aku ga bawa uang jajan jadi aku duduk sendiri di kelas. akhirnya dia datang bersama temannya lalu duduk di bangkunya untuk menikmati makanan yang Dia beli di kantin. ya seperti biasa, pada saat jam istirahat aku dan teman2 bermain, bercanda, bergurau dan melakukan banyak hal. tapi kenapa setiap perkataan atau apapun yg sedang aku lakukan, mataku selalu tertuju padanya. yaTuhaan. hati berdebar melihat wajahnya. terserah apa kata kalian, biarin aja di katain lebay, tapi ini beneran, dia itu cakep. saat itu nyaliku tiba2 ada. aku memberanikan diri untuk samperin Dia. Dia sedang bermain dengan temannya. aku duduk disebelahnya. teman2nyapun menjauh dengan alasan mereka tak ingin mengganggu. wajahku tersenyum melihat senyumnya. tak pernah aku menatap wajahnya sedekat ini. seketika mulut diam membisu. nyali yg besar tadi kini menciut. Dia menggenggam tanganku dengan lembut. tangannya yang begitu dingin membuatku nyaman saat memegangnya. oh tuhan, ingin rasanya untuk memegang tangannya tanpa ada penghalang tapi bel masuk kelas pun berbunyi. rasa kecewa mulai nampak dari wajah kami berdua.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar