sampai akhirnya tiba di sekolah.
dengan muka yang sedikit murung. aku berjalan menuju kelasku. tak sengaja, ternyata Dia berada di belakangku lalu mendahuluiku sambil mengatakan "Pagi tessa :)" aku terkejut, aku hanya menjawabnya dengan senyum bahagia.
Hari itu, aku merasa sangat bahagia. rasa murungkuku saat itu sudah kulupakan.
malam tiba. seperti biasa, aku dan dia saling berkomunikasi lewat sms. dikatain aneh lagi sama dia. aku merasa setiap kali sms dia, aku selalu bertingkah konyol. aku yang buat gara2, aku juga yang ngalah. tapi, saat itu aku sih iseng2 nanya "kenapa kamu panggil saya aneh?" Dia jawab "karena mulutmu bentuknya kaya gini ":(" " . "yaTuhan, saya emang udah di ciptain kaya gitu, mau gimana lagi". "Ia, tapi keliatannya kamu itu kaya cuek gitu" katanya. ya memamng seperti ini, makanya aku sekarang usaha buat selalu tersenyum.
semua orang rata2 berkata seperti itu. apa boleh buat. jalani aja apa yg dikasih.
sudah seminggu lebih Dia cuek di kelas. ga mau negur, ga mau ngomong. sepertinya, dia sudah bosen denganku. tapi, apa iya? itu masih jadi pertanyaan besar bagiku.
pada saat hari jum'at tanggal 13 September, aku merasa badanku kurang sehat. kepalaku pusing, badanku hangat, perutku sakit. stiap mreka tertawa, aku slalu ikut tertawa. tapi kenapa setiap tertawaanku membuat perutku menjadi semakin sakit? karena mreka tau itu, mreka semakin membuatku tertawa hingga perutku semakin sakiit. tapi, aku kira Dia akan simpati padaku. ternyata, Dia hanya ikut membuatku tertawa. itu bukan memberiku kebahagiaan, tapi hanya sakit yg aku dapatkan. melihat itu, nisaa dan icha emosi. nisaa mencoba memarahi mereka. sedangkan icha, mencoba menyindir Dia agar Dia bisa lebih bersimpati padaku. dengan suara yg lantang dan sedikit besar "Eeh, tau yaa saya mau cerita, ada yaa cowok, punya pacar yaa, pacarnya lagi sakiit malah di cuekin tauuu!". aku sedikit mencegah icha berbicara seperti itu karena takutnya akan menyinggung perasaan Dia. tetap saja dia tak peka. aku hanya bisa bersabar saja.
keesokan harinya. setiap subuh, aku selalu berdo'a kepada tuhan agar hari ini bukan menjadi hari yang tak aku inginkan. dengan berat langkah aku menuju sekolah karena kejadian kemarin.
setiba ku di sekolah, aku duduk dan diam termenung tanpa ada kata2 sedikitpun. masih terpikir akan kejadian kemarin. tapi sudahlah, itu hanya guyonan bagi mereka. aku tak mau memikirkannya lagi.
sepulang aku sekolah, seperti biasa, aku, nisaa, icha, gita, lia, nitha, dan teman2 yang lain berkumpul di depan gerbang sekolah. aku duduk disana. aku masi merasakan sakit yang kemarin. tapi melihat Dia yang cueknya semakin menjadi2, membuat teman2ku semakin geregetan. mreka semua mencari Dia. setelah menemukan Dia, mereka memaksa Dia untuk duduk di sebelahku. mereka semua pindah dari tempat itu dan membiarkan kami berbicara berdua. aku sangat bahagia saat2 itu. tiba2 Dia memulai pembicaraan."tessa, putusin dah saya". "ngga, ga mau" kataku. "trus gimana?" tanyanya. "terserah kamu aja maunya gimana". "iyadah, saya mau jujur sama kamu, saya sedikit bosen sama kamu tessa" "iyaa, gapapa dah" "maaf ya tessa, saya minta putus ya, maaf tessa" katanya. ( 14 September). ingin rasanya menangis di depannya tapi tak bisa. Diapun berlalu dari tempat itu. teman2ku langsung menghampiriku. aku memeluk nisaa dan menangis di bahunya. tak bisa ku tahan airmata itu. mereka semua sedih melihatku menangis. tak henti2nya airmataku mengalir sembari mengeluarkan kata2 yang membuatku bingung "Dia pernah janji sama saya, apa dia lupa sama janji itu atau emang sengaja ngingkarin? sakit hati saya nis, ga mau pacaran lagi kalo kaya gini, capek saya sabar, saya tahan kata putus itu, tapi gampang sekali dia bilang gitu"sambil ku usap airmataku. teman2ku yang lain memelukku. sepertinya mereka tak tega melihatku menangis.
TBC
Kapan di rilis chapter 4 nya... Hahahaha.. ndk sklian buat film ajak,
BalasHapuslagi bikin bang :D blom ada persetujuan'-'
BalasHapus